Kamis, 06 September 2018

soulmate (2)



Karina (K)
Ahmad (A)

.
.

Ada sesuatu yang mengganjal pikiranku.

Sore ini aku dan teman-teman SMA ku berjanji untuk berbuka puasa bersama di salah satu PUJASERA terbaru yang sedang hits di kota kami. Pada saat adzan maghrib berkumandang, kami tentu saja langsung berbuka puasa. Beberapa dari kami bergantian pamit ke mushola, shalat maghrib. Tidak ada yang aneh. Hanya saja aku dan beberapa anak lain tidak sholat, karena tidak boleh sholat dan memang tidak wajib sholat karena bukan muslim.

Kini adzan isya telah berkumandang, tapi tidak ada satupun yang peka. Mereka asik dalam obrolan dan camilan paska hidangan berbuka yang telah disajikan. Aku agak gelisah.

Kenapa mereka tidak pergi sholar isya lalu sholat trawih berjamaan? 
Aku bergumam dalam hati.

Seperti biasa aku kecut dalam rasa pengecutku. Kalah dengan kebahagiaan semu dalam canda bersama kawan lama. Tapi masih ada sedikit gelisah dalam hati, tawaku pun jadi tidak sepenuh hati.

Sambil mengobrol aku sesekali mengecek sosmedku. Tidak banyak yang online. Rata-rata yang online mereka yang bukan muslim. Tapi ada satu orang yang agak membuatku terkejut. Ahmad sedang online, diwaktu sholat isya dan trawih seperti ini? Aku agak kaget. Tanpa pikir panjang aku bertanya.

K: Sholat yg khusyuk, jangan sambil main hp.
A: Udah sholat w. Lu sendiri?
K: Trawih bro. Aku haram sholat.
A: Oh iya, nanti malaman.
K: Emang di kamu trawih jam brp?
A: Biasa jam 9.
K: Malam amat.
A: Iya nunggu turun makanan.
K: Lah? Suqa suqa amat
A: Iya orang berjamaah keluarga sendiri.
K: Mesjid keluarga?
A: Enggak, di rumah.
K: Loh?
A: Iya yang penting sholat berjamaah kan?
K: Ko ga ke mesjid?
A: Emang ada hadist yang bilang sholat trawih harus di mesjid?

Eerrr.. Aku langsung kecut. Ilmuku memang tidak sebanyak dia. Aku langsung browsing "hukum sholat berjamaah trawih di mesjid".
Tidak lama hp ku langsung berbunyi lagi.

A: Trawih itu sunnah. Malah rasul malam-malam akhir ramadhan sholat di rumah.
K: Browsing dulu aku, mas.
A: Ngaji brapa lama? Gini aja ga tau.

Seketika aku langsung agak kesal.

K: Iya sih. Kamu kan pinter. Serbatau.
A: Emang

Aku memejamkan mata. Pening sekilat mendengar alasan dia.
"Kenapa rin?", Budi salah satu teman SMA ku tiba-tiba bertanya. Ah, iya. Aku terlalu ekspresif menunjukan kekesalan ini sepertinya.
"Gapapa, cuma lagi inget-inget sesuatu yang lupa", aku beralasan sambil senyum.
Aku lupa sedang berada dalam forum reuni.
Tiba-tiba aku terpikir. Kenapa tidak tanya Budi saja lebih dulu.
"Bud, ga sholat trawih?", tanyaku berbisik pada Budi.
"Oh iya!", responnya setengah kaget.
"Sholat dulu gih, di sebrang mesjid tuh. Mumpung masih ceramah", saranku.
Budi kemudian bangkit dan pamit.
"Gue sholat trawih dulu ya", pamit Budi.
Rupanya anak-anak lain juga sama ingin trawih terlebih dulu.
"Biar tenang nanti udah di rumah langsung tidur", kata Angga.
"Jangan pada pergi dulu ya. Bentar lagi kayaknya. Masih ceramah", pesan Inka.
Akhirnya satu rombongan pergi ke mesjid sebrang untuk sholat trawih terlebih dulu.
Aku lebih tenang sekarang.

Aku juga baru ingat sedang chatting dengan Ahmad. Kulihat Ahmad sudah offline dan meninggalkan pesan.

A: Gw ke mesjid dulu ya.

Aku tak bisa menahan diri untuk tersenyum.


celebek

Wahai dusta
Tak penah kutemui kau lagi sejak kecewa
hingga kini ku tak pernah benar benar percaya
yang mereka sebut kau pembawa bahagia

Kembaliku menjadi budak rasa
tak benar benar melepasku seutuhnya
untuk ku bisa tertawa
yang nyatanya itu cuma persona

Wahai rasa
Mari kita berjumpa, melepas rindu lalu bermesra
Lalu melupa bahwa hidup adalah lara
Masa depan terjadilah saja, maukah kau bersamaku menghadapinya?

Senin, 12 Februari 2018

soulmate (1)

Dalam mencintai, orang yang lebih mencintai adalah yang kalah. Dan sepertinya aku sudah kalah.
.
.
Udara pagi itu cerah. Tidak seperti biasa, aku tidak terlambat, jadi tidak perlu terburu-buru. Aku bisa menunggu kelas di taman jurusan, mungkin disana sudah ada beberapa teman-teman yang juga menanti kelas yang akan dimulai satu jam lagi.
.
.
.
"Halo!", aku menyapa semua teman-teman yang berkumpul di salahsatu kursi taman, sedang asik mengobrol.
"Hei!".
"Karina!".
"Halo!", setiap orang membalas sapaanku. Aku tau suara siapa saja yang membalas sapaanku. Tapi jantungku berdebar lebih keras pada satu suara. Tanpa aku sadari, pandanganku kini terfokus pada asal suara itu. Si pencuri.
"Tumben gak telat, Rin?", Reza menggodaku.
Aku hanya membalas dengan tawa ringan dan tanda "V". Meski berbicara dengan Reza, ujung mataku masih mengekor pada satu sosok lain yang berjarak beberapa otang dari Reza.
"Eh di tv udah ada serial Game of Throne ya?", Ahmad kembali asik dengan tema yang dia bicarakan sebelumnya.
"Iya tapi episode lama itu, sesion satu", komentar Yuni.
"Sekarang udah sampai sesion 4. Eh, kamu udah donlot episode minggu ini, Yun?", Mhala menanggapi respon Yuni pada Ahmad.
"Udah, mau?", tanya Yuni pada Mhala.
"Ih, ngopi dong!", Mhala bersemangat.
"Eh, kalian ada episode-episode sesion 1 itu? Gak tau kenapa gue nonton satu episode di tv, jadi kepo", ujar Ahmad.
"Ih, kemana aja kamu!", komentar Mhala.
Ada banyak sub- obrolan di perkumpulan ini, tapi aku juga bisa menangkap obrolan 3 orang lain di sampingku ini, padahal aku sedang mengobrol dengan Reza dan Gaga tentang tugas mata kuliah Akuntansi Bisnis. Dasar Pencuri!
"Filenya udah aku kirim. Download aja ya di email", paparku.
"Sip!".
"Oke, makasih."
Gaga dan Reza merespon pemaparanku.
"Eh, Mad, jangan jadi generasi telatan. Orang udah kemana, ini baru bangun. Ckck", komentar Reza kemudian pada Ahmad, setelah selesai dan jelas urusan tugas denganku.
"Ya namanya rasa, ga bisa dipaksa. Kalau bary ngerasain sekarang ya, takdirnya gitu", seperti biasa, Ahmad berusaha terlihat tetap keren.
"Sa ae lu ngeles", komentar Mhala malas.
Aku hanya bisa tersenyum menanggapi interaksi itu.
"Sabar ya, Dek. Maknae selalu di bully", Yuni menghibur sambil tak bisa menahan tawanya.
"Sedih rasanya jadi anak paling kecil, hiks", Ahmad bertingkah lagi.
"Eh, Karina juga 98 tapi gak lebay. Dewasa, berwibawa, anggun, bijaksana. Gak kaya yang satu ini, nih!", komentar Mhala.
Aku membelalakan mata sambil memberi gesture X. Tapi kemudian aku meralatnya.
"Aamiin Ya Allah.. Semoga jadi doa", aku mulai berpose doa.
"Eh, Karina bulan apa sih?", tanya Reza.
"Januari, udah lebaran", jawabku.
"Eh gue juga. Kita tuh beda berapa hari ya?", tanya Ahmad.
"3 apa 4 hari sih? Aku H6 lebaran. Kamu H3 ya kalau ga salah?", aku ingat kita pernah membahas ini sebelumnya, kan?, jawabku sambil bermonolog dalam hati.
"Aku H4, kan gue lebarannya lebih cepet", jawabnya.
"Oh iya. Betul", respon Ahmad cepat. Jawaban ini ternyata sesuai dengan dugaanku. Aku sebetulnya bisa memberikan respon komunikatif yang memancing pembicaraan kita lebih lama. Tapi aku terlalu lambat berpikir kali ini, sehingga hanya itu kata yang mampu keluar dari mulutku.
"Si Ahmad fanatik amat ya?", komentar Yuni.
"Baru tau? ", komentar Gaga tertawa ditahan.
Aku seperti biasa, hanya menikmati interaksi konyol yang terjadi yang disebabkan kesombongan tapi ceroboh yang dibawa Ahmad tanpa bisa bilang apa-apa lagi.
.
.
.
Waktu cepat berlalu. 5 menit lagi kelas dimulai. Kami bangkit dan berjalan menuju gedung. Di depan gedung tepampang kaca gelap besar pintu yang bisa menggambarkan dengan jelas pantulan diri siapapun yang hendak masuk ke gedung. Aku berjalan tidak jauh dari belakang Ahmad dan dengan jelas dapat melihat, dia bukan jangkauanku sedikitpun. Si gemuk kuno, dengan si proporsional gaul.
Ah, ya. Sebaiknya aku bergegas menuju kelas.

Kamis, 28 Desember 2017

ketika cukup memang telah cukup

dia indah dalam kenangan
tersimpan rapat disudut hati
hanya sesekali didatangi untuk merenungi
mempelajari yang sudah terjadi

dia yang tidak pernah berubah dalam goresan pena
yang pernah singgah dalam puisi rasa
biar dia menjadi sastra bagi penikmatnya

halo kamu
ku rindu, tapi bukan berarti ingin bertemu
hanya mengingat syahdu
semua udara yang telah berlalu

~suddenly, kang marwan (alm), bin fachry, dan vidi KW

Jumat, 02 Juni 2017

bayangan

Bukan tentang nyata tapi maya
Ia menari dalam goresan pena
Menata rindu yang terlanjur merasuk kalbu
Membayang abu, menguntit sepanjang waktu

Paling sulit itu jatuh cinta seperti ini
hanya tau, tanpa ada yang diingini
Langkah dan tangan terikat oleh rasa yang tak sempurna, samar tanpa penah jadi pekat
Biarlah, jadi cerita saja dia...

lucunya hati ini

Hati itu benar benar lucu ya?
Sesaat dia berdebar kencang, kemudian juga dia biasa saja
pernah ada cerita di suatu sore yang seperti sinetron
tapi dia sungguh singkat

Pernah aku iri kepada dia yang setia
memaku cinta pada satu masa, hingga selamanya
selama cinta itu ada
sulit baginya membuka hati saat yang lama

Oh ya aku ingat
aku pernah setia pada dia yang seperti pejaga
bukan raga, bukan rupa dan bukan jiwa
Yang ku tahu kini ialah jebakan rasa
mengakar hingga sulit berkata
tapi ternyata kini sudah tak bersisa

Ku sadar dia bukan yang istimewa

Sabtu, 18 Maret 2017

10pm

I don't even fall asleep to ever dream
I have just suddenly skip by your smile that i never did before
After that everything is going back

Distance is a play of fate, i never tought it was scare
We are always knowing that we've been close for every single ichies that despite us
We are always like this, eventough we don't tell anyone
Heart is always knowing where they have to back

Eventough the wind blows to the north while i'm facing the south, i never mind that winds would blows coldly to my face
I just appreciate a fresh that the winds blow

Jumat, 10 Maret 2017

oriza sativa

Sabtu pada masa yang lalu, aku habiskan dengan membersamaimu
Mengarungi pematang sawah menuju rumahku
Menikmati terik surya yang selalu berbeda setiap bersamamu

Aku tidak pernah benar benar menyayangi
Kamu cerita yang hanya sekedar mampir dalam hidupku
Kamu yang mungkin berlalu dan hilang
Tapi abadi dengan caramu sendiri


Terimakasih padi, kau memberi arti dengan cara tersendiri

Jumat, 03 Maret 2017

Sejenak of Origami

Kamu harusnya tahu
Bahwa sangat terlarang bagiku menumbuhkan serabut pun akar ilalang sebelum pasti benar kamu yang akan menjadi perawat kebunku
Jika saja saja larangan itu benar benar memagariku dari mereka melempar benih tanpa sengaja di pelataranku
Aku tidak pernah benar benar tahu, apakah itu kehendakmu atau bukan mengalirkan air beserta benihnya di tengah kebunku
Yang jelas, hujan telah menyiramimu dan menumbuhkan serabut akar dari benih yang kau miliki
Meski pada akhirnya dia tak kau rawat dan tumbuh secara liar tanpa aku sadari
Aku kini hanya berharap pada hujan, semoga ia tak serta mengairimu dan membiarkanmu terus menjalar memenuhi tamanku
Aku berharap tanah tak memberikan haranya dan membiarkan kesuburannya habis sebelum tertanam benih yang ingin kau tuai
Aku juga berharap, jika tumbuhan ini terus tumbuh memenuhi tamanku, kau akhirnya datang dan merawat mereka hingga kita menikmati hasilnya bersama

-buat mario

Jumat, 17 Februari 2017

In a Dream

Jika saja aku membiarkan diriku terlelap
dan tetap menari bersamamu dalam bunga tidurku

Setiap sentuhanmu ternyata maya
Ia hanya rasa yang mengakar dalam jiwa
Benarkah kumimpikan mu untuk bahagia
Jika saja mereka tak pernah benar benar ada
Tapi mengapa jiwa selalu merasa

Mereka yang berucap 'kan setia
Kini ucapnya berada dalam dusta

Aku sejenak merindu
Kamu yang nyata dalam duniaku

Terinspirasi dari webtoon "In a Dream"

Rabu, 15 Februari 2017

Wanita Akhir Zaman

Pernahkah kita bermimpi besar tentang kehidupan tapi kita menyadari bahwa kehidupan akan memiliki akhir. Pernahkah kamu menjadi sedikit mengurungkan mimpimu?

Memang saat menyadari bahwa kehidupan dunia tidaklah abadi, bagi beberapa yang pragmatis, akan jadi terpikir bahwa buat apa berusaha toh nanti tidak akan ternikmati. Jika saja kita berpikir untuk mencapai ridha Allah, ada hal yang lebih abadi dari sekedar mencapai kepuasan dunia. Ada hal yang lebih bermakna dari segala nikmat dunia, yaitu nikmat dalam naungan ridha dan hidadayahNya.

Ah, dunia bukan segalanya. Tapi dunia adalah ajang mencari ridha Allah.

Bismillahirahmanirahiim...


Ini cuma refleksi diri

Kamis, 08 Desember 2016

Kesalahan dalam Jatuh Cinta

Jatuh cinta itu fitrah dan naluriah setiap manusia. Wajar sekali setiap makhluk merasakan cinta, even cats falling in love with their master and their kids. Tapi ada beberapa kesalahan yang notabene bukan kesalahan sih, hanya sebuah langkah kehidupan yang dipilih sehingga menyebabkan pecinta itu merasakan sakit ketika mencintai. I noted one thing, that's not a mistake, it's just a pathway that make you feels the lovely pain. :')

1. Terlalu Berharap
Cinta itu harapan. Harapan yang membuat cinta itu istimewa. Tetapi saat harapan itu tidak menjadi sebuah kenyataan yang dapat kita rasakan, rasa sakit yang pada akhirnya kita rasakan. 

2. Mudah Terbawa Perasaan
Cinta itu perasaan. Cinta bukan kata tanpa rasa. Hanya saja, ketangguhan diri untuk tidak mudah terhanyut ternyata mempengaruhi efek samping rasa sakit ketika perasaan ini hanya semu, bukan rasa yang dapat bermuara pada kenyataan. 

3.Idealis akan Keindahan
Cinta itu indah, tapi tidak selalu sempurna. Cinta adalah proses menuju kesempurnaan. Tapi cinta itu sendiri tidak sempurna, cinta membuat sesuatu terlihat sempurna. Tetapi saat keindahan itu sudah terlampau jelas tidak tergambar dalam objek cinta, akankah hati menjadi sebuah rasa kecewa?

4. Rasa Takut
Takut kehilangan, takut malu, takut tidak terbalas. Perasaan takut ini akan menambah sengsara pencinta. Rasa takut sejatinya ada pada diri manusia, tetapi rasa takut yang tidak sehat juga adalah sumber kemunduran dan kehancuran suatu hal. 

Kesalahan ini mungkin bisa saja dialami oleh semua pencinta, saya tidak ingin memberikan tips  bagaimana menghindarinya. Hanyasaja saya ingin berpesan, ketika anda mengalami hal ini, jangan jadikan ini sebuah luka yang menghantui dan membuat anda tidak belajar dan berkembang. jadikan rasa sakit yang anda rasakan sebagai pelajaran berharga dan rasa yang berharga yang unik, dan mungkin tidak akan pernah anda rasakan lagi. 

Saat ini jualan yang paling laris adalah jualan rasa. Melalui lagu, film, sinetron, novel, semuanya jualan rasa, seolah Tuhan memberikan jalan untuk kita menghibur diri sendiri. It's free-entertaiment industry. Akankah kita menolak anugerah Tuhan ini?

Percaya, bahwa pertolongan Tuhan akan datang tepat pada waktu kita memburuhkannya. Tuhan tidak akan pernah memberikan hambaNya ujian melewati batas kemampuan hambaNya, jika kita mengalami hal tersebut, maka hal tersebut berarti kita mampu mengatasinya. Karena, jika kita sudah tidak mampu menghadapinya, maka Tuhan akan memberikan pertolongan.

Ah, saya menulis ini untuk menguatkan diri saya sendiri. Mari kita saling mendoakan untuk kebahagiaan kita semua :)

Salam Super! LOL XD

Oya, nasehat teman saya. Stop nonton drama koreya! Imaginasi mengenai oppa-oppa korea bisa membuatmu berkhayal melewati batas realita. Dan ketika kamu sampai di alam nyata, kamu akan lebih kecewa, karena lelaki sungguhan tidak seindah di drama koreya. Terima hikmah dan berkah yang ada disekitarmu ;)

Super sekaliii :)

Jumat, 14 Oktober 2016

Terlalu Baik Untukku

Dear,

Kamu memang manis
Kamu baik hati
Senyummu menawan
Kamu mungkin sempurna bagi yang lain

Dear,

Sudah lama ya sebenarnya aku ingin bicara
Aku awalnya tidak ingin menyakitimu
Tapi semakin aku diam, aku malah menyakitimu lebih banyak
Aku tersenyum perih melihat senyum tulusmu
Aku juga merasa sakit

Dear,

Kamu lucu,
Kau tahu, banyak wanita cantik menyukai lelaki lucu
Kamu tampan, tinggi dan kekar
Lelaki tinggi akan mudah mendapat cinta dari wanita cantik
Lelaki kekar selalu menarik hati bagi banyak wanita
Kamu memang sempurna

Dear,
Aku menyayangimu
Tapi bukan mencintaimu
Aku ingin kamu bahagia
Aku ingin kamu temukan kebahagiaan
Maaf kalau aku menyakitimu saat ini
Maafkan jika luka yang aku buat nantinya tertoreh dalam
Aku harap aku tidak seberharga itu

Kamu sangat baik
Kamu pantas bahagia
Maaf ya

Terinspirasi dari I dont love you- soundcloud rioprasetya

Selasa, 11 Oktober 2016

duha

Hei duha
Kau jelang siang, menantinya dengan teh camomile
Padahal bisa saja kau bersimpuh diatas sajadah
Indah memang rasa dunia
Tapi lebih nikmat syahdu akhirat

Menyadari setiap detik berlalu menuju dzuhur
Ia berlalu bersama matahari yang semakin meninggi
Ia menuju barat, akhir pencarian setiap jiwa

Kemana langkah ini menuju,
aku punya rencana

Tapi kemana angin berhembus,
kemana air mengalir
kemana awan bergerak
kemama dandelion pergi
Tuhan punya cerita

Ah, aku menanti juga pada akhirnya
Aku merajut rasa
Aku memadu syahdu

Selasa, 02 Agustus 2016

Tidak Tahu

Aku benar-benar tidak tahu
Aku selalu menyerah pada rasa kecutku saat kau mulai menghantui lagi
Bahkan aku hampir selalu menyembunyikan diriku dari pandanganmu

Aku benar-benar berharap kisah kita tidak pernah terjadi sebelumnya
Aku benar-benar menyerah pada gentarku
Aku hampir selalu tidak pernah bisa berharap apapun tentang kamu

Kamu nyata, tapi maya
Aku berharap kamu hanya benar di alam mimpi
Aku bahkan takut berharap
Aku benar-benar menyerah
Pada rasa, pada asa

Tapi jejakmu nyata, sosokmu maya
Aku berharap ini salah
Aku tidak tahu, aku benar-benar tidak tahu
Aku benar-benar menyerah

Aku tidak tahu
Aku pikir aku mungkin harus bertahan dalam jeruji
Aku pikir aku mungkin harus mengakar pada bumi
Aku rasa aku ingin bahagia
Aku meminta, aku ingin yang terbaik

Sabtu, 16 Juli 2016

Pelangi

Waktu dea keluar dari hivi! Rasanya sedih... nomore suara mirip rieka roeslan di musik ketje hivi!
Tapi waktu denger suara vokalis cewek hivi! yang baru, rasanya addict. Nemu lagi ectasy gue!
Well, selain suaranya yang indah, gue juga ngerasa lirik dan musik di single baru hivi! keren parah. Drugs tottaly!

Kamu tahu lirik yang mirip sama pemikiran gue sebulan belakangan ini.
"Bila tak ingin disini, jangan berlalu lalang lagi
Biarkanlah hatiku mencari cinta sejati
Wahai cintaku, wahai cinta sesaat...(?)"


If you know. If you see.

Senin, 13 Juni 2016

weird

Belakangan ini hal aneh terjadi. Saya banyak bermimpi ketika tidur. Tidur yang biasanya hanya pelepas lelah, kini menjadi salah satu ajang rekreasi, they have their own strory. Seperti nonton ftv, dengan kisah yang berawal ga jelas hingga ending yang terkadang 'maksa' karena harus cepat bangun sahur.

Mimpi itu bunga tidur. Ketika kita memimpikan seseorang di masa lalu, bisa jadi kita rindu, tapi tak berarti dia juga. Mimpi cuma penghias malam mu agar tak berlalu begitu saja. Kadang, atau malah sering, mimpi itu asal muasal rasa. Rasa yang produktif hingga konstruktif.

Ah, katanya mimpi itu dari setan, kecuali mimpi bertemu Rasulullah SAW, karena setan tidak bisa meniru beliau. Berarti, kalau saya mimpi bertemu Vidi Aldiano, apakah mungkin setan meniru Vidi untuk mengganggu tidur saya?

Hem ...
Mimpi kadang indah, sedih, menakutkan, hingga tak bisa dipahami. Tapi dia tetaplah mimpi, tak bisa mengganggu kehidupan nyatamu kecuali kau mengajaknya turut serta.

Selasa, 26 April 2016

Epilog without prolog and mainstory : heartbreaking firstlove

Lagi seneng nget sama non-space-word. Alay sih, tapi ingin banget curhat tentang tema dari judul ini.

Everybody say firstlove is a heartwarming story ever. Yes, it was. But i've made a mistake. I guess it'll never fine ever anymore. Bye.
Tapi, before say goodbye forever from my mind, i prefer to keep it on my blog.

Biasanya ingin cerita lewat cerpen atau puisi aja. Tapi ini terlalu basi mood dan chemistry nya jadi sori ya hehehe

Jadi dulu lah, jaman sd, ada temen sebangku yang menyenangkan. Jaman dulu sih saya udah mulai demen demen sama cowok, and my chairmate ini saya pikir the best choice to falling at the time. So when my friends asked me who was a boy that i liked, i surely answered, it was him.

Saya pikir, part ini is a heart warming stories. Soalnya nyaman banget berinteraksi dan bersama dia. Ada banyak cerita dan obrolan kita. Yang saya inget salah satunya dia jadi saksi saya jatuh ke comberan saat mau berangkat sekolah. Dia juga suka manggil saya petet atau didi petet, atau bilang aqua.

Abis lah masa sekolah dasar. Saya ganti gebetan ya, upgrade biar kekinian, tapi masih ngarep karena dia kata temen temen adalah salah seorang fabolulous student di smp-nya. Ketika saya sudah duduk di kelas 3, suatu siang di tempat bimbel saya, saat itu saya belum pernah ketemu dia lagi sejak lulus sd, dia dengan hangat tiba tiba menyapa saya dan menggenggam menyalami tangan saya.
Hei, kamu tau saya begitu canggung meresponnya. Saya malu. Malu karena saya ketemu kecengan waktu sd yang saya masih harapkan. Dia sepertinya marah karena saya bereaksi seperti itu. Mungkin dia jadi malu.
Sejak saat itu, we are just like stranger. Sampai sekarang. Sampai detik ini.

Saya sih gak masalah. Cuma kalau buka sosmed pas ada update doi, hem suka kepikiran rasa bersalah itu. Bukan masalah dedeman macam dulu lagi ya, karena udah banyak dedemenan lain yang mampir di hati dan otak setelah dia. Lebih dramatic dan baper. Lebih historical dan heroic. Lebih komedi dan thriller.

Mau to the point minta maaf, malu. Takut dia udah lupa. Lebih parah lagi kalo dia juga lupa sama saya. (Oalaaah..)

Udah cape sih naro unek unek ini di otak dan kenangan. Semoga dengan nulis ini, katarsis ya saya. Semoga kenangan dia tidak membebani saya tiap saya lihat sosmednya, merasa bersalah. Saya cuma ingin katarsis agar lebih tenang.

Tenang, first love, i don't throw you away to the rubish bin. I keep you as a story in my live, i keep remember you in this blog. Karena setiap cerita kehidupan itu berharga.

Semoga kamu tetap bahagia, saya jadi lebih bahagia (setelah edisi katarsis ini).

Rabu, 27 Januari 2016

tidak benar benar tahu

Bang, we were never know
Bahkan arah angin pun berhembus mengikuti temperatur
Kita tidak pernah benar-benar tahu

Tapi ketidak-bersamaan denganmu seperti sebuah kepastian yang teramat jelas
Senyum yang tidak pernah ku lihat terhapus dari wajahnya dan wajahmu
Tidak pernah ada kesempatan bagiku untuk dapat sedikit saja berharap
Tapi kita tidak pernah benar-benar tahu

Sedetik lalu, kulihat wajahnya tak menampakan senyuman itu
Kita tidak pernah benar-benar tahu kenapa
Padahal baru sedetik sebelumnya aku memulai langkah dengan tujuan baru
Aku sendiri tidak pernah benar-benar tahu,
mengapa menyerah dan benar-benar pergi menjadi sesulit ini

Kita tidak pernah benar-benar tahu
Pada jutaan detik yang telah berlalu, teman adalah kata yang pantas bagi kita
Yang aku kira istimewa, ternyata biasa saja di hatimu
Tapi aku tidak pernah benar-benar tahu, ada tatapan macam apa yang menghantui setiapku lengah

Baru ribuan detik berlalu, dia telah kembali tersenyum
Ah, betapa bersih hatinya
Tapi aku tiba-tiba teringat, bahwa kita tidak pernah benar-benar tahu
Bisa saja hatinya merah berdarah-darah dibalik senyum putihnya, kita tidak pernah benar-benar tahu

Tabir kepastian masa depan kita, adalah ketidakpastian
kita tidak pernah benar-benar tahu, bahwa hati hanya milik Penguasa semesta
Dia yang benar-benar tahu

_Tadi sore udah baca simplesite seseorang, jadi terinspirasi bikin ini :p

Jumat, 02 Oktober 2015

-untitled-

Ah, cinta. Perasaan memang seperti air, mudah mengalir pada tempat yang lebih rendah. Kenapa seseorang bisa jatuh cinta lagi? Ya, menyedihkan sekali kalau kita cuma bisa jatuh cinta seumur hidup hanya satu kali. Tidak bisa move on. Untunglah saya bukan sejenis alien dari skuel ‘I am Number Four’.

Tapi kalau jatuh cinta, setelah kita berkomitmen untuk menjaga cinta? Bagaimana kalau cinta itu hadir setelah ada cinta yang menyertai disisi? Ah, kita juga mengaku cinta pada Tuhan, tapi kita sendiri men-dua, tiga, empat-kan cinta kita pada Tuhan. Kenapa kita harus marah ketika cinta kita ‘terjatuh’ lagi pada cinta yang lain?

Manusia.

Perasaan memang kadang tidak selaras dengan keinginan. Padahal keinginan juga merupakan desire yang tidak terduga, seperti halnya perasaan. Yang menjadi masalah adalah kadang kita punya konsep ideal, tapi kenyataan tidak sesuai dengan konsep ideal kita. Kalau kita tidak memiliki konsep ideal tentang kehidupan, akankah kita hidup lebih bahagia? Belum tentu, karena kebahagiaan juga merupakan standar, yang kita sadari dan tidak kita sadari.

Ah, hidup memang menggemaskan.