Tampilkan postingan dengan label capruk. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label capruk. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 Desember 2017

ketika cukup memang telah cukup

dia indah dalam kenangan
tersimpan rapat disudut hati
hanya sesekali didatangi untuk merenungi
mempelajari yang sudah terjadi

dia yang tidak pernah berubah dalam goresan pena
yang pernah singgah dalam puisi rasa
biar dia menjadi sastra bagi penikmatnya

halo kamu
ku rindu, tapi bukan berarti ingin bertemu
hanya mengingat syahdu
semua udara yang telah berlalu

~suddenly, kang marwan (alm), bin fachry, dan vidi KW

Jumat, 14 Oktober 2016

Terlalu Baik Untukku

Dear,

Kamu memang manis
Kamu baik hati
Senyummu menawan
Kamu mungkin sempurna bagi yang lain

Dear,

Sudah lama ya sebenarnya aku ingin bicara
Aku awalnya tidak ingin menyakitimu
Tapi semakin aku diam, aku malah menyakitimu lebih banyak
Aku tersenyum perih melihat senyum tulusmu
Aku juga merasa sakit

Dear,

Kamu lucu,
Kau tahu, banyak wanita cantik menyukai lelaki lucu
Kamu tampan, tinggi dan kekar
Lelaki tinggi akan mudah mendapat cinta dari wanita cantik
Lelaki kekar selalu menarik hati bagi banyak wanita
Kamu memang sempurna

Dear,
Aku menyayangimu
Tapi bukan mencintaimu
Aku ingin kamu bahagia
Aku ingin kamu temukan kebahagiaan
Maaf kalau aku menyakitimu saat ini
Maafkan jika luka yang aku buat nantinya tertoreh dalam
Aku harap aku tidak seberharga itu

Kamu sangat baik
Kamu pantas bahagia
Maaf ya

Terinspirasi dari I dont love you- soundcloud rioprasetya

Selasa, 11 Oktober 2016

duha

Hei duha
Kau jelang siang, menantinya dengan teh camomile
Padahal bisa saja kau bersimpuh diatas sajadah
Indah memang rasa dunia
Tapi lebih nikmat syahdu akhirat

Menyadari setiap detik berlalu menuju dzuhur
Ia berlalu bersama matahari yang semakin meninggi
Ia menuju barat, akhir pencarian setiap jiwa

Kemana langkah ini menuju,
aku punya rencana

Tapi kemana angin berhembus,
kemana air mengalir
kemana awan bergerak
kemama dandelion pergi
Tuhan punya cerita

Ah, aku menanti juga pada akhirnya
Aku merajut rasa
Aku memadu syahdu

Selasa, 26 April 2016

Epilog without prolog and mainstory : heartbreaking firstlove

Lagi seneng nget sama non-space-word. Alay sih, tapi ingin banget curhat tentang tema dari judul ini.

Everybody say firstlove is a heartwarming story ever. Yes, it was. But i've made a mistake. I guess it'll never fine ever anymore. Bye.
Tapi, before say goodbye forever from my mind, i prefer to keep it on my blog.

Biasanya ingin cerita lewat cerpen atau puisi aja. Tapi ini terlalu basi mood dan chemistry nya jadi sori ya hehehe

Jadi dulu lah, jaman sd, ada temen sebangku yang menyenangkan. Jaman dulu sih saya udah mulai demen demen sama cowok, and my chairmate ini saya pikir the best choice to falling at the time. So when my friends asked me who was a boy that i liked, i surely answered, it was him.

Saya pikir, part ini is a heart warming stories. Soalnya nyaman banget berinteraksi dan bersama dia. Ada banyak cerita dan obrolan kita. Yang saya inget salah satunya dia jadi saksi saya jatuh ke comberan saat mau berangkat sekolah. Dia juga suka manggil saya petet atau didi petet, atau bilang aqua.

Abis lah masa sekolah dasar. Saya ganti gebetan ya, upgrade biar kekinian, tapi masih ngarep karena dia kata temen temen adalah salah seorang fabolulous student di smp-nya. Ketika saya sudah duduk di kelas 3, suatu siang di tempat bimbel saya, saat itu saya belum pernah ketemu dia lagi sejak lulus sd, dia dengan hangat tiba tiba menyapa saya dan menggenggam menyalami tangan saya.
Hei, kamu tau saya begitu canggung meresponnya. Saya malu. Malu karena saya ketemu kecengan waktu sd yang saya masih harapkan. Dia sepertinya marah karena saya bereaksi seperti itu. Mungkin dia jadi malu.
Sejak saat itu, we are just like stranger. Sampai sekarang. Sampai detik ini.

Saya sih gak masalah. Cuma kalau buka sosmed pas ada update doi, hem suka kepikiran rasa bersalah itu. Bukan masalah dedeman macam dulu lagi ya, karena udah banyak dedemenan lain yang mampir di hati dan otak setelah dia. Lebih dramatic dan baper. Lebih historical dan heroic. Lebih komedi dan thriller.

Mau to the point minta maaf, malu. Takut dia udah lupa. Lebih parah lagi kalo dia juga lupa sama saya. (Oalaaah..)

Udah cape sih naro unek unek ini di otak dan kenangan. Semoga dengan nulis ini, katarsis ya saya. Semoga kenangan dia tidak membebani saya tiap saya lihat sosmednya, merasa bersalah. Saya cuma ingin katarsis agar lebih tenang.

Tenang, first love, i don't throw you away to the rubish bin. I keep you as a story in my live, i keep remember you in this blog. Karena setiap cerita kehidupan itu berharga.

Semoga kamu tetap bahagia, saya jadi lebih bahagia (setelah edisi katarsis ini).

Jumat, 02 Oktober 2015

-untitled-

Ah, cinta. Perasaan memang seperti air, mudah mengalir pada tempat yang lebih rendah. Kenapa seseorang bisa jatuh cinta lagi? Ya, menyedihkan sekali kalau kita cuma bisa jatuh cinta seumur hidup hanya satu kali. Tidak bisa move on. Untunglah saya bukan sejenis alien dari skuel ‘I am Number Four’.

Tapi kalau jatuh cinta, setelah kita berkomitmen untuk menjaga cinta? Bagaimana kalau cinta itu hadir setelah ada cinta yang menyertai disisi? Ah, kita juga mengaku cinta pada Tuhan, tapi kita sendiri men-dua, tiga, empat-kan cinta kita pada Tuhan. Kenapa kita harus marah ketika cinta kita ‘terjatuh’ lagi pada cinta yang lain?

Manusia.

Perasaan memang kadang tidak selaras dengan keinginan. Padahal keinginan juga merupakan desire yang tidak terduga, seperti halnya perasaan. Yang menjadi masalah adalah kadang kita punya konsep ideal, tapi kenyataan tidak sesuai dengan konsep ideal kita. Kalau kita tidak memiliki konsep ideal tentang kehidupan, akankah kita hidup lebih bahagia? Belum tentu, karena kebahagiaan juga merupakan standar, yang kita sadari dan tidak kita sadari.

Ah, hidup memang menggemaskan.

Selasa, 29 September 2015

Jika aku bukan jalanmu, ku berhenti mengharapkanmu

Suaramu berbaur bersama angin, berlalu dan bergemuruh begitu saja.
Tiada bekas yang ia tinggalkan, kecuali dinginnya saja.
Seandainya cintamu adalah hujan, ia telah membanjiri seluruh jalanan hatiku, sehingga aku terjebak tak dapat pergi dari ruang hati yang hanya tercipta untukmu.

Duhai pengukir kenangan, tidakkah kau berpikir bahwa prasasti kisah kita pasti akan abadi, dengan ukiran manis atau pahit bersamamu.
Tidakkah kita berpikir sebelum air jatuh perlahan hingga membuat cekung pada sebuah batu?

Aku tiada menyesal telah membersamaimu dalam garis waktu kehidupan yang tak seberapa panjang ini.
Indah dan buruk rupa dan adatmu jadi sedikit cerita dalam hidupku.
Tapi aku harus menenggelamkan atlantis kita.
Biar ia hanya menjadi kisah misteri penikmatnya.

Aku kini pergi.
Dengan perahu penyelamat, seseorang telah datang  menolongku terlepas dari jebakan banjir yang kau tinggalkan setelah redanya hujan.
Aku kini berada di tempat yang lebih tinggi , melihat tempat yang aku pernah terjebak sekian lama dalam genangan sembari menikmati hujan dari Sang Samudera.

*pengen nyanyiiii:
Namun kurasa cukup ku menunggu, semua rasa telah hilaang..
Sekarang aku tersadar, cinta yang ku tunggu tak kunjung datang, apalah arti aku menunggu bila kamu tak cinta lagi~ yeaa~

Sabtu, 05 September 2015

Pejaga

Hei, lama ya tak berjumpa?
Ku lihat halaman rumahmu sepi saja tak ada yang menyapa
Aku diam saja, melihat dan menanti suatu saat kau mau keluar dan mengajakku bermain

Hei manusia yang belum ku temukan cela
Ku lihat belakangan ini, kau terlihat lebih humanis
Hanya berteman benda, langit dan malam
Bagaimana caranya mengubah kekuranganmu, menjadi daya pikatmu?
Ya, ketidaksempurnaan manusia, jadi kelebihannya

Hei malam, jika dia sekarang bertemankan sepi
Tolong sampaikan, ada pendengar dan penjaga kabar yang sedang menikmati rindu yang menganggu setiap malam
Jika dia telah berbalut gaduh, dalam bahagianya
Biarkan dia tahu, aku berbahagia dengan bahagianya

Sering, menjadi penyendiri dan penikmat sepi membuatku menyadari
Pentingnya harga dari sekedar menyayangi