Selasa, 11 Oktober 2016
duha
Kau jelang siang, menantinya dengan teh camomile
Padahal bisa saja kau bersimpuh diatas sajadah
Indah memang rasa dunia
Tapi lebih nikmat syahdu akhirat
Menyadari setiap detik berlalu menuju dzuhur
Ia berlalu bersama matahari yang semakin meninggi
Ia menuju barat, akhir pencarian setiap jiwa
Kemana langkah ini menuju,
aku punya rencana
Tapi kemana angin berhembus,
kemana air mengalir
kemana awan bergerak
kemama dandelion pergi
Tuhan punya cerita
Ah, aku menanti juga pada akhirnya
Aku merajut rasa
Aku memadu syahdu
Senin, 13 Juni 2016
weird
Mimpi itu bunga tidur. Ketika kita memimpikan seseorang di masa lalu, bisa jadi kita rindu, tapi tak berarti dia juga. Mimpi cuma penghias malam mu agar tak berlalu begitu saja. Kadang, atau malah sering, mimpi itu asal muasal rasa. Rasa yang produktif hingga konstruktif.
Ah, katanya mimpi itu dari setan, kecuali mimpi bertemu Rasulullah SAW, karena setan tidak bisa meniru beliau. Berarti, kalau saya mimpi bertemu Vidi Aldiano, apakah mungkin setan meniru Vidi untuk mengganggu tidur saya?
Hem ...
Mimpi kadang indah, sedih, menakutkan, hingga tak bisa dipahami. Tapi dia tetaplah mimpi, tak bisa mengganggu kehidupan nyatamu kecuali kau mengajaknya turut serta.
Sabtu, 05 September 2015
Pejaga
Hei, lama ya tak berjumpa?
Ku lihat halaman rumahmu sepi saja tak ada yang menyapa
Aku diam saja, melihat dan menanti suatu saat kau mau keluar dan mengajakku bermain
Hei manusia yang belum ku temukan cela
Ku lihat belakangan ini, kau terlihat lebih humanis
Hanya berteman benda, langit dan malam
Bagaimana caranya mengubah kekuranganmu, menjadi daya pikatmu?
Ya, ketidaksempurnaan manusia, jadi kelebihannya
Hei malam, jika dia sekarang bertemankan sepi
Tolong sampaikan, ada pendengar dan penjaga kabar yang sedang menikmati rindu yang menganggu setiap malam
Jika dia telah berbalut gaduh, dalam bahagianya
Biarkan dia tahu, aku berbahagia dengan bahagianya
Sering, menjadi penyendiri dan penikmat sepi membuatku menyadari
Pentingnya harga dari sekedar menyayangi
Sabtu, 27 Desember 2014
Batas
Kabau, hari ini aku termenung di batas senja. Bukan menunggumu, tapi aku menata hatiku yang telah tak ku rawat sejak saat itu. Aku kini sengaja menunggu senja semakin redup untuk membuatku rindu, rindu pada banyak hal yang aku lewatkan setelah perjumpaan itu.
Hujan selalu turun seperti biasa, Kabau. Kabut pun masih sama. Hanya tempat dan waktu yang berbeda. Kenangan memang selalu ada, bahkan setelah kau melukis lukisan misterius yang hanya di mengerti olehmu saja. Aku tetap menyimpannya. Tapi apakah kamu melakukan hal yang sama? Itu juga menjadi misteri bagiku.
Kabau, setiap malam aku rindu memastikan kau menjagaku di depan kamarku. Ada debaran menyenangkan saat itu, sepertinya itu hormon dopamin, karena itu membuatku ketagihan. Tak jarang aku juga termenung di depan pintu kamarku saat fajar tiba. Dulu, selalu ku lihat dirimu terjaga saat mendengar pintu kamarku terbuka. Kau, tersenyum dan mengucapkan selamat pagi. Terimakasih, Kabau, itu sangat berarti.
Kabau, kamu tahu, ada rindu yang bisa kujaga, namun ada rindu yang menguap bersama kenangan. Ada yang selalu bersama namun ada juga yang layu dalam ingatan. Seperti apakah kita? Aku terlalu lelah berharap pada takdir. Luka luka yang ada belum sepenuhnya kering dan tidak cukupmembuatku tegar. Kamu belum tahu sedalam apa luka itu, Kabau, kita belum tahu. Aku hanya berjalan menyusuri waktu, dan melihat.
Minggu, 15 Juni 2014
bintang marsha
Selamat malam marsha
Kau bisikan rindu pada angin
Tapi untuk siapa sebenarnya itu kau tujukan?
Karena angin tak hanya berhembus pada dia
tetapi padaku juga
Seperti drama drama yang kulihat di layar kaca dan layar perak
Karena dia datang tak memilih
Karena aku juga tak mau memilih
Seperti halley yang singgah pada masanya
Karena malam ini aku melihatmu berkelip disana
Padahal sebelumnya aku hanya mengagumi rembulan
Karena hanya kau yang seolah berkelip padaku
Karena mungkin saja kau berkelip pada semua penikmat malam
Hai marsha
Aku diam bukan berarti tak ingin
Aku teriak bukan berarti memaksamu
Karena memang selalu aku nikmati sepanjang waktu malam
Ada maupun tiadanya kamu...
22.44. 15.06.14.
Kamis, 30 Mei 2013
geje
teraba
terlihat
dan terasa
tapi dingin...
air selalu bergemicrik
saat sirkulator memainkan peranannya
hanya malam
gelap
juga lampu