Sabtu, 05 September 2015

Pejaga

Hei, lama ya tak berjumpa?
Ku lihat halaman rumahmu sepi saja tak ada yang menyapa
Aku diam saja, melihat dan menanti suatu saat kau mau keluar dan mengajakku bermain

Hei manusia yang belum ku temukan cela
Ku lihat belakangan ini, kau terlihat lebih humanis
Hanya berteman benda, langit dan malam
Bagaimana caranya mengubah kekuranganmu, menjadi daya pikatmu?
Ya, ketidaksempurnaan manusia, jadi kelebihannya

Hei malam, jika dia sekarang bertemankan sepi
Tolong sampaikan, ada pendengar dan penjaga kabar yang sedang menikmati rindu yang menganggu setiap malam
Jika dia telah berbalut gaduh, dalam bahagianya
Biarkan dia tahu, aku berbahagia dengan bahagianya

Sering, menjadi penyendiri dan penikmat sepi membuatku menyadari
Pentingnya harga dari sekedar menyayangi

Rabu, 15 April 2015

Sederhana itu bahagia

Ya, sering sekali, saya lupa. Bahwa hidup ini begitu sederhana, saya sering menjalaninya terlalu rumit. Rumit dipermainkan oleh keinginan sendiri. Rumit dengan romansa kehidupan yang sering bikin sesak, dan target yang bikin sakit kepala.

Hidup ini memang bukan hanya tentang satu perkara, tapi banyak perkara, tergantung seberapa banyak kita memilihnya. Tapi bukan berarti kesederhanaan tidak bisa dipertahankan dengan banyaknya perkara hidup yang kita pilih. Setiap perkara punya inti yang membuatnya sederhana, kerumitan hanya diciptakan oleh angan yang terlampau tinggi.

Kebahagiaan bukan perkara sederhana, kebahagiaan adalah segalanya. Kesedihan bukan pilihan, ia takdir yang sesekali menyapa kehidupan agar kita mengingat bahwa ada kesederhanaan yang membuat perkara-perkara kehidupan justru lebih membahagiakan. Rumit juga membanggakan, yang membanggakan tak jarang bermanfaat, dan yang bermanfaat pasti berkah, dan berkah menjadi membahagiakan.

Sederhana itu bahagia. Megah juga bahagia. Kebahagiaan bisa berada dimana saja. Aku tak mau memilih-milih kebahagiaan. Aku ingin selalu bahagia, dunia-akhirat. Aku menerima semua kebahagiaan itu.

Selasa, 17 Februari 2015

Rindu dari Si Jago Pemalu

Kalau saja aku penakut seperti ini, aku harap ada sedikit obat untuk sakitnya rasa rindu ini. Kamu memang benar, jatuh cinta memang perlu keberanian, setidaknya berani untuk memberikan kasih sayang kepada yang dicintai. Tapi rasa takut ini, jika diakumulasikan melebihi apapun, bahkan rindu ini. Merindukanmu memang menyakitkan, aku akan menahannya. Karena aku memang adalah si pengecut itu.

Aku bahagia saat kamu melukis siluet wanita dan lelaki itu, aku pikir dia mirip denganku. Setidaknya aku bisa bermain sedikit dengan imajinasi dan rinduku sehingga menghasilkan beberapa prosa yang membingkai perasaanku padamu. Meskipun aku tahu, tidak semua laki-laki semanis di film drama, nekat mengejar hati wanita tanpa mengetahui perasaannya. Mungkin kamu juga begitu.

Aku bahagia, ketika kamu menyadari ada hal kecil yang aku sembunyikan dari semua orang. Tidak banyak orang menyadari itu. Aku tidak tahu apa kau menyukainya atau membencinya, kamu juga tidak mengatakannya. Tapi aku bisa sedikit berbangga, kamu masih memperhatikanku.

Aku masih rindu, bahkan setelah menulis. Biasanya mereka mereda seiring waktu. Mungkin Tuhan mengizinkanku membuatmu istimewa di dalam hatiku dalam waktu yang agak lebih lama daripada biasanya. Mungkin saja ada rencanaNya yang tidak aku ketahui dibalik wabah rindu yang lebih lama ini.

Karena, rindu adalah cara membuat orang yang dirindu menjadi lebih istimewa.
-Pidi Baiq